Jangan Sampai Salah, Kenali Jenis Obat Batuk untuk Bayi
- Kesehatan

Jangan Sampai Salah, Kenali Jenis Obat Batuk untuk Bayi

Saat seseorang batuk itu adalah bentuk refleks tubuhnya untuk mengeluarkan benda asing (lendir) dari saluran pernafasan, namun apabila batuk menyerang bayi Anda tentu akan sangat menyiksa bagi si kecil. Oleh sebab itu Anda harus segera menanganinya, dan jangan sampai Anda salah dalam memberikan obat. Berikut beberapa jenis obat batuk untuk bayi Anda.

  1. Gliseril Guaikolat

Jenis obat yang satu ini merupakan obat batuk ekspektoran. Obat ini bekerja dengan cara mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan, sehingga gliseril guaikolat diindikasikan untuk batuk berdahak. Selain itu, obat ini hanya untuk anak berusia di atas 2 tahun. Oleh sebab itu, sangat tidak dianjurkan untuk bayi berusia 2 tahun ke bawah.

Sebelum Anda memberikan obat ini untuk anak Anda, sangat penting untuk memperhatikan anjuran dosis sesuai usia. Untuk anak usia 2-6 tahun, 50-100 mg per 4 jam. Untuk anak berusia 6-12 tahun, 100-200 mg per 4 jam. Dan untuk anak berusia 12 tahun ke atas, 200-400 mg per 4 jam. Ingat, perhatikan juga efek samping dari obat ini sebelum memberikannya pada anak.

  1. Dekstrometorfan

Berbeda dengan obat sebelumnya, obat ini bekerja dengan cara meningkatkan ambang rangsang refleks batuk di otak sehingga batuk akan menjadi lebih jarang atau bahkan berhenti. Lebih spesifiknya obat ini digunakan untuk meredakan batuk kering yang muncul akibat flu atau sinusitis. Dekstrometorfan tidak ditakar menurut usia, namun dosis berdasarkan berat badan.

Cara menentukan dosisnya, 1 mg per kg berat badan dibagi dalam 3-4 kali pemberian dalam sehari. Jadi, sebelum memberikan obat ini pastikan dulu berat badan si kecil benar dengan anjuran dosis.

  1. Paracetamol Anak

Anda dapat memberikan paracetamol anak kepada si kecil yang sudah berusia dua bulan dan beratnya lebih dari 4 kg. Obat ini bisa membantu meredakan demam dan nyeri, namun tidak bisa meringankan pembengkakan dan radang. Dan obat batuk untuk bayi ini cenderung lebih aman sehingga Anda bisa memberikannya tanpa makan terlebih dahulu.

Anda bisa meminumkan obat ini setiap 4 jam-6 jam sekali dan tidak lebih dari 4 kali dalam jangka waktu 24 jam. Anda juga boleh memberikan obat lain selain obat ini asalkan tidak mengandung paracetamol juga. Jadi pastikan untuk selalu mematuhi dosis yang diberikan.

  1. Ibuprofen Anak

Ibuprofen anak hanya boleh untuk bayi yang sudah berumur 3 bulan atau beratnya setidaknya 5 kg. Obat ini dapat mengurangi demam, nyeri tubuh, rasa sakit, dan mengurangi peradangan. Pastikan tidak memberikannya lebih dari 3 dosis dalam jangka waktu 24 jam dan jarak waktunya tidak kurang dari 6 jam. Jangan berikan pada anak jika anak belum makan dengan baik.

Selain memperhatikan kandungan dari obat batuk untuk bayi Anda, perhatikan juga dosis pemakaian obat. Setiap obat pasti memiliki kandungan, dosis, dan efek samping yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, bacalah semua aturan yang ada pada kemasan atau jika diperlukan Anda bisa berkonsultasi langsung ke dokter.