Bahaya dari Mengkonsumsi Telur Asin Secara Berlebihan
- Kesehatan

Ternyata Ini Bahaya dari Mengkonsumsi Telur Asin Secara Berlebihan

Mencukupi kebutuhan tubuh dengan makanan bergizi sangat disarankan agar memperoleh tubuh yang sehat. Makanan yang bergizi merupakan makanan yang memiliki manfaat bagi tubuh, seperti mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, air, dan mineral. Makanan bergizi dapat diperoleh dari sayur-sayuran, buah, makanan berkarbohidrat, daging-dagingan, kacang-kacangan, dan masih banyak lagi. Berbicara tentang protein, jenis nutrisi yang satu ini sangat diperlukan tubuh sebagai sumber energi. Selain itu juga berguna untuk menjaga sistem imun tubuh, pengangkut nutrisi dalam tubuh, penyeimbang pH, pembentukan enzim dan hormon, dan masih banyak lagi. Salah satu makanan yang terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi adalah telur asin.

Bagi masyarakat Indonesia, jenis makanan yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Atau bahkan mungkin menjadi salah satu makanan favorit sebagai lauk harian. Cita rasanya yang gurih dan tekstur kuning telurnya yang berpasir membuat makanan yang satu ini memang pas dimakan bersama dengan nasi atau bisa juga sebagai camilan. Tidak hanya protein saja, di dalamnya juga terdapat banyak kandungan nutrisi, seperti lemak, karbohidrat, zat besi, kalsium, magnesium, kalium, dan vitamin A.

Dengan banyak kandungan nutrisi di dalamnya inilah, itulah mengapa telur asin bisa dikatakan sebagai makanan yang baik untuk dikonsumsi. Namun tentunya harus dalam batas yang wajar saja dan jangan mengkonsumsinya secara berlebihan. Hal ini bukan tanpa sebab, karena makanan yang satu ini mengandung natrium (sodium) dan kolesterol yang tinggi. Natrium merupakan suatu zat yang masuk kategori elektrolit sekaligus mineral. Zat ini diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit, menjaga kadar air di dalam dan luar sel, serta berguna sebagai penunjang kerja otot dan saraf. Natrium sebagian besar terdapat pada darah dan cairan getah bening, dengan prosentase sebesar 85%.

Telur yang diawetkan dengan cara diasinkan ini jika dikonsumsi secara berlebihan akan menimbulkan resiko kesehatan berikut ini:

  1. Kadar garam yang tinggi di dalamnya bisa menyebabkan penimbunan cairan di dalam tubuh, sehingga menyebabkan pembengkakan pada kaki dan menyebabkan beban kerja jantung semakin meningkat.
  2. Kandungan garam yang tinggi di dalamnya bisa menyebabkan hipertensi, sehingga beresiko menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
  3. Mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi bisa meningkatkan resiko kanker lambung. Hal ini dikarenakan mampu memicu pertumbuhan Helicobacter pylori, yaitu bakteri yang bisa menyebabkan peradangan dan ulkus lambung, serta menjadi penyebab munculnya kanker lambung. Selain itu kandungan garam yang tinggi pada telur ini juga bisa merusak lapisan lambung sehingga rentan terpapar karsinogen.

Dari penjelasan tersebut, maka sebaiknya batasi konsumsi telur asin agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, Anda juga perlu mengontrol asupan garam melalui pola makan yang sehat dan seimbang. Berikut ini ada beberapa tips dalam mengatur pola maka yang sehat agar terhindar dari asupan natrium secara berlebihan, yaitu:

  • Pilih makanan dengan label rendah natrium. Atau untuk lebih baiknya pilih bahan makanan yang belum diolah, dan hindari membeli bahan makanan yang sudah dibumbui.
  • Usahakan kurangi penggunaan garam secara berlebihan pada olahan masakan yang dibuat.
  • Menggunakan pengganti garam untuk menciptakan rasa asin pada makanan juga memiliki dampak yang sama juga, sehingga lebih bijaklah dalam penggunaan garam maupun jenis penggantinya.
  • Batasi penggunaan bumbu tambahan, seperti kecap, saus, dll.
  • Menggunakan bumbu dari bahan alami atau biasa disebut rempah-rempah.
  • Konsumsi makanan segar yang lebih banyak, seperti buah dan sayur-sayuran karena memiliki kadar natrium yang rendah.